- Wisuda SMP-SMA Ar-Rohmah Putra Berlangsung Khidmat, Angkatan 30 Marvelous
- Ukir Kenangan Terakhir, Kelas 9 SPARTA Outing Class to Mikutopia, Batu
- Tanding Lagi! SPARTA FC Tatap SMAHIK CUP Tingkat Kabupaten
- 3 Santri SPARTA Raih Medali di MASCO 2026 Tingkat Nasional
- Taekwondo SPARTA Berhasil Ukir Prestasi Kembali!
- Euforia Outing Angkatan di Lembah Tumpang Malang
- Inauguration Reformation GPH 2026/2027
- Pelantikan ABABIL SMP Ar-Rohmah Putra 2026
- Berlangsung Meriah, UKK SPARTA Sesi 2, Kembali Hadirkan Wali Santri
- PERSAHABATAN KALA PERBEDAAN
Urgensi Pesantren di Era Global: Menyelamatkan Generasi dari Krisis Nilai
Urgensi Pesantren di Era Global: Menyelamatkan Generasi dari Krisis Nilai
Berita Terkait
- Closing Nasional Santri Days 2025 With SPARTA0
- Hari Santri: SPARTA Siap Mengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia0
- Upacara Hari Santri Nasional 2025 di LPI Ar Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang 0
- Santri SPARTA FC Juara 2 Kejuaraan Futsal Malang 2025 di Unggul Sport0
- Santri SMP Ar Rohmah Raih Medali Emas dan Perak di Ajang KSNR Tangerang Selatan0
- Taekwondo SMP Ar Rohmah Berangkat ke Kejuaraan Nasional di Madiun 0
- “The Future is Led by Leaders SPARTA Hadir sebagai Laboratorium Leadership Pendidikan Modern yang Pr0
- Baru Tri Semester Pertama, SPARTA Malang Raih 158 Medali Regional hingga Internasional0
- “Gempar! Warrior’s of SPARTA Tembus Nasional \\\\\\\"0
- Warrior’s of SPARTA! 0
Berita Populer
- Persiapan Asesmen Nasional Berbasis Komputer, Santri SPARTA Serius Menghadapi Simulasi ANBK
- Keberangkatan Kontingen Tapak Suci Sparta Menuju Kejurnas Airlangga National Open 2025
- SMP Ar Rohmah Gelar Lomba HUT RI ke-80 dengan Semangat Kebersamaan dan Prestasi
- Upacara HUT RI ke-80 di LPI Ar Rohmah Hidayatullah Malang
- Siap Terbang Tinggi, Tiga Santri Berjuang di Final Round KSN-R 7
- Raih Juara 3, Tim Futsal SPARTA Berjaya di Hidayatullah Festival Olahraga(HiFO) 2024 se Jatim
- SMP AR ROHMAH RAIH PRESTASI GEMILANG DI KEJURNAS TAPAK SUCI 2025
- Dua Santri Sparta Raih Juara KSNR di Tangerang Selatan
- Santri SMP Ar Rohmah Raih Medali Emas dan Perak di Ajang KSNR Tangerang Selatan
- Tapak Suci SPARTA Sabet Juara Umum 1 Kategori Pra Remaja di GOR Ken Arok Malang
Keterangan Gambar : Dok. Ft bersama pasca peringatan HSN 2025
Di tengah arus globalisasi yang semakin deras, pesantren kembali menegaskan perannya sebagai benteng nilai dan moral bangsa. Meski sesekali muncul kasus negatif yang menimpa oknum tertentu, hal itu tidak bisa menutupi kenyataan bahwa pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan yang paling relevan dan dibutuhkan masyarakat hari ini. Kasus hanyalah case, bukan wajah keseluruhan pesantren. Justru di saat dunia pendidikan modern sibuk mentransfer knowledge, pesantren hadir dengan keseimbangan: memberikan ilmu sekaligus menanamkan adab, etika, dan karakter. Yang telah terbukti mampu menjaga marwah diri bahkan sebagai bangsa sejak ratusan tahun yang lalu.
Generasi hari ini sering disebut sebagai “Generasi Stroberi” tampak indah di luar, tetapi rapuh di dalam. Mudah menyerah, mudah patah, dan kehilangan daya tahan terhadap tekanan hidup. Mereka tumbuh di tengah kemudahan teknologi, namun sering kehilangan makna perjuangan. Di sinilah pesantren hadir: mendidik dengan kesabaran, membentuk kemandirian, dan menanamkan keteguhan hati melalui disiplin dan keikhlasan. Pesantren tidak hanya mengajar bagaimana berpikir, tetapi juga bagaimana hidup dengan benar.
Perubahan besar juga terjadi pada pola hubungan antara anak, orangtua, dan guru. Dahulu, ketika seorang anak mengadu karena dihukum guru, orangtua justru menambah hukuman sambil berkata: “Itu tandanya guru peduli padamu.” Ada kepercayaan mendalam antara keluarga dan pendidik. Namun kini, guru justru sering berhadapan dengan ancaman laporan polisi, tuntutan HAM, dan sikap protektif orangtua yang berlebihan. Orangtua merasa berdaya dengan harta, posisi jabatan/ kedudukan dan jumlah anak yang terbatas (apakah: ini sebagai akibat keberhasilan program keluarga berencana) sehingga anak menjadi pusat perhatian yang “tak terbatas”. Akibatnya, anak kehilangan ruang belajar untuk jatuh, gagal, dan bangkit sendiri.
Pertanyaan besar pun muncul: sejak kapan perubahan ini dimulai? Ketika pendidikan kehilangan ruhnya, ketika orangtua kehilangan kepercayaannya, dan ketika generasi muda kehilangan ketangguhannya. Maka, pesantren hadir untuk mengembalikan ruh itu. Bukan hanya sebagai alternatif, tetapi sebagai jalan utama untuk membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan ia adalah peradaban. Di era global yang serba cepat dan kering nilai, pesantren tetap menjadi oase yang menumbuhkan manusia seutuhnya: berilmu, beradab, dan beriman. SPARTA JAYA! By ZLion








